Tidak Mau Anti Kritik, Anies Janji Bakal Revisi UU ITE

Bakal calon presiden, Anies Baswedan/Ist
Bakal calon presiden, Anies Baswedan/Ist

Sebagian besar masyarakat merasa takut menyampaikan pendapatnya di muka umum karena takut terjerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).


Menurut bakal Capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan, UU ITE telah banyak bergeser penggunaannya dari tujuan utama melindungi data dan privasi warga negara. 

Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu menilai, saat ini banyak pasal karet yang dimanfaatkan untuk membungkam agar tidak melontarkan kritik.

“Bahkan melaporkan pelayan buruk di sebuah rumah sakit bisa berujung pada kriminal,” kata Anies saat menghadiri bincang interaktif bersama anak muda di Bandung, dikutip Minggu (6/8).

Maka dari itu ke depan, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menjamin jika terpilih sebagai Presiden 2024 akan segera merevisi pasal karet tersebut. 

Sehingga akan membuka ruang bagi siapapun untuk berani mengemukakan pendapat, termasuk di dalamnya adalah anak muda.

“Kami melihat pasal karet tersebut harus direvisi di masa depan, kita harus berikan ruang untuk mengemukakan pendapat dan kritik, sehingga dapat digunakan anak muda untuk kritis melihat berbagai persoalan bangsa,” tandasnya.