Staf Hasto PDIP 3 Jam Diinterogasi Penyidik KPK

Staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Kusnadi di Gedung KPK/RMOL
Staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Kusnadi di Gedung KPK/RMOL

Staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Kusnadi mengaku handphone hingga buku tabungan miliknya disita secara paksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kompol Rossa Purbo Bekti. Ia mengungkap kronologi penyitaan itu.


"Ada ATM sama buku tabungan, isinya juga nggak seberapa, nggak ada Rp1 juta," kata Kusnadi kepada wartawan usai membuat aduan terhadap tindakan sewenang-wenang Kompol Rossa ke Komnas HAM, di Jakarta Pusat, pada Rabu (12/6).

Sebagai staf, Kusnadi turut bersama rombongan yang mengantar Hasto saat menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, pada Senin (10/6) kemarin.

Usai Hasto masuk ke ruang pemeriksaan, Kusnadi dan yang lainnya menunggu di lantai bawah Gedung KPK.

Namun, seseorang menggunakan topi dan masker yang belakangan diketahui sebagai Kompol Rossa, mendekati Kusnadi dengan alasan dipanggil Hasto.

Kusnadi yang percaya begitu saja pun ikut naik ke lantai dua ruang pemeriksaan Hasto. Sampai di sana, ternyata dia bukannya bertemu Hasto.

Sebaliknya, Kusnadi justru digeledah dan disita barang-barang yang dia bawa. Ia mengaku menjalani pemeriksaan paksa selama tiga jam oleh dua penyidik.

Dia merasa takut menjalani pemeriksaan, karena tidak didampingi pengacara dan beberapa kali dibentak oleh penyidik selama interogasi.

"Dibentak, ‘udah kamu diem saja!” kata Kusnadi bercerita.

“Cuma, kan, saya orang biasa, saya takut," sambungnya.

Kusnadi mengaku tidak tahu alasan penyidik KPK secara tiba-tiba memeriksanya selama tiga jam.

"Katanya buat pembuktian, enggak tahu saya, itu pembuktian apa saya nggak tahu," ungkapnya.