Rencana Pemblokiran Jalan PT.PGE, Wabup: Itu Hal Yang Wajar

Menanggapi polemik janji ganti rugi PT. PGE yang telah Memasuki hari ketiga (19/10/2016), Wakil Bupati Lebong, Wawan Fernandes mengatakan, rencana aksi pemblokiran akses jalan PT. PGE masih dalam batas kewajaran.


Menanggapi polemik janji ganti rugi PT. PGE yang telah Memasuki hari ketiga (19/10/2016), Wakil Bupati Lebong, Wawan Fernandes  mengatakan, rencana aksi pemblokiran akses jalan PT. PGE masih dalam batas kewajaran.

"Serahkan semua persoalan ini kepada pemerintahan kabupaten Lebong. Pemkab bersama DPRD Kabupaten Lebong tidak akan tinggal diam melihat apa yang dirasakan oleh masyarakat seperti sekarang ini. Saya pikir ini masih dalam kewajaran jika perusahaan sudah berjanji memberikan tenggat waktu seperti itu. Namun, secara realita atau de facto, tidak ada sesuatu yg bisa mendinginkan kegelisahan masyarakat jika kondisi seperti ini terus," ungkap Wakil Bupati (Wabup) Lebong, Wawan Fernandes kepada RMOL Bengkulu, Selasa (19/10/2016).

Sambung, Wabup, saat ini masyarakat masih menunggu siapa pihak yang paling bertanggung jawab atas kerugian yang mereka alami.

"Saya melihat ini ada sebuah tindakan nyata dari masyarakat untuk meminta kejelasan dari perusahaan. Masyarakat tidak menjadi korban pihak perusahaan," tambah Wabup.

Selain itu, sambung Wabup, soal rencana warga untuk melakukan pemblokiran akses jalan menuju PT. PGE ini tidak lain adalah keinginan masyarakat terkait meminta kejelasan atas tenggat  waktu yang diberikab oleg perusahaan itu sendiri.

"Saya menghimbau kepada masyarakat sekitar, dalam menyuarakan aspirasinya tetap dalam koridor yang dapat dibenarkan secara hukum. Jangan sampai anarki ataupun melakukan tindak pengerusakan hingga merugikan diri sendiri dan orang-orang sekitar," singkat Wabup. [A11]