Pembangunan Drainase Desa Penum Ditargetkan 30 Hari Selesai 

Pekerjaan pembangunan Drainase Desa Penum sudah capai 70 Persen./rmolbkl
Pekerjaan pembangunan Drainase Desa Penum sudah capai 70 Persen./rmolbkl

Pembangunan Drainase panjang 110 meter di wilayah Dusun 2 Desa Penum Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah yang menelan anggaran R 73.152.560 terus dgebar penyelesaiannya. Dimana sesuai perencanaan selama 30 hari pengerjaannya pembangunan drainase selesai.


Disampaikan Pendamping Desa Penum Febrian Akmal, untuk progres pembangunan hingga kemarin (Selasa 28/5) sudah mencapai kurang lebih 70%. 

"Galian kan udah selesai, tinggal pasangan target untuk penyelesaian 30% lagi. Mudahan-mudahan dalam minggu ini selesai, tergantung cuacanya, kalau cuacanya panas terus dalam bulan ini selesai. Terus soal tenaga kerja, kita lihat apakah memang dibutuhkan tambahan atau tidak, jika dibutuhkan kita akan rekrut tenaga harian lepas dari desa," terang Febri, kemarin (28/5).

Teks Foto: Tampak Para pekerja dari masyarakat desa  brkerja dalam menyelesaikan pembangunan drainase Desa Penum.

Sementara itu, Kaur keuangan Pemerintahan Desa Penum, Andi Irawan menyampaikan, untuk pembiayaan pihaknya telah mengeluarkan dana sesuai dengan perencanaan dan tahap pengerjaan.

"Untuk biaya pengerjaan sudah kita gelontorkan semua, tinggal pembayaran sisanya saja lagi, dan itu kita tunggu pengerjaan 100 persen. Untuk pengelolaanny oleh semua dari masyarakat desa tidak ada pihak-pihak ketiga atau unsur-unsur dari luar desa. Kita berharap pengerjaan drainase ini berjalan dengan lancar dan cuacanya juga mendukung agar pengerjaannya maksimal," sampai Andi Kepada Jurnalis RMOL Bengkulu. 

Disamping itu, Kepala Desa Penum Iskandar mengungkapkan, pihaknya berharap cuaca terus mendukung dalam proses pengerjaannya sehingga hasil yang diharapkan sesuai perencanaan bisa terwujud dengan baik.

Teks foto: Pemdes Penum dan Pendamping Desa melakukan pengawasan pengerjaan Drainase.

"Dengan pembangunan ini diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat desa, dan bisa mengurangi banjir dilingkungan rumah-rumah warga akibat genangan air ketika musim hujan. Dan pembangunan ini sudah disepakati dalam musyawarah desa dengan dihadiri semua unsur masyarakat. Kedepannya kita akan terus membangun desa kita agar masyarakat bisa terbantu dengan fasilitas yang dibangun oleh pemerintah desa,"p ungkasnya.