Mustarani Masuk Bursa Bacawagub Bengkulu, Mirza Yasben: Rapatkan Barisan

Mustarani Abidin (Kiri) dan Mirza Yasben (kanan)/RMOLBengkulu
Mustarani Abidin (Kiri) dan Mirza Yasben (kanan)/RMOLBengkulu

Dinamika politik menjelang kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 di Provinsi Bengkulu, mulai terlihat eksistensinya. Pergerakan politik sejumlah tokoh yang digadang ikut kontestasi Calon Kepala Daerah (Cakada) dinilai pengamat memiliki peluang.


Pengamat Politik, Drs. Mirza Yasben M.Soc.Sc mengungkapkan, pandangannya perihal munculnya nama Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Provinsi Bengkulu, Mustarani Abidin untuk mendampingi Helmi Hasan maju Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu di Pilkada 2024.

Menurutnya, duetnya nama itu sangat tepat. Bahkan, kehadiran Mustarani di bursa Pilkada Bengkulu telah bermunculan dan mendominasi ruang diskusi publik.

"Sebenarnya sangat tepat, bahwa bilamana Mustarani ini mendampingi Helmi Hasan untuk menjadi Bakal Calon Wakil Gubernur Bengkulu," ucap Mantan Dosen Ilmu Sosial dan Ilmu Politik asal Universitas Bengkulu (Unib) itu kepada wartawan di kediamannya, Selasa (28/5) sore kemarin.

Menurutnya, nama Mustarani menghiasi dinamika politik lokal dinilai bakal menjadi ajang untuk meminang atau dipinang. Peluang bagi bakal calon selain dari petahana dalam menguasai opini publik telah mulai bermunculan lewat media sosial hingga kunjungan.

Adapun Mustarani dinilai sebagai sosok organisatoris dan birokrat yang ulung dan berpengalaman, serta memiliki kepiawaian yang tidak kalah dengan Helmi Hasan.

Seperti perjalanan karier Mustarani dalam birokrasi dimulai dari posisi bawah, termasuk sebagai Lurah Amen dan Camat Lebong Utara, Sekretaris Dinas PMD.

Lalu kepala Plt Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKAD) atau yang kini berubah menjadi Badan Keuangan Daerah atau BKD era Bupati Dalhadi Umar. Termasuk staf ahli.

Kemudian, menjabat sebagai Kadis Pendapatan, Kepala Bappeda Bengkulu Utara, dan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) H.Mustarani Abidin era Bupati Bengkulu Utara, Mian.

Puncaknya ia dilantik sebagai Sekda Lebong di era Bupati Rosjonsyah hingga Bupati, Kopli Ansori. Dengan pengalamannya yang luas, ia dianggap bisa diusung dalam bursa Bacawagub Provinsi Bengkulu.

"Pertama pengalaman birokrasinya sangat mumpuni tidak diragukan lagi, dan kedua tidak ada masalah dalam birokrasi," ucapnya.

Ia mengatakan, jika Mustarani maju bersama Helmi Hasan maka pasangan ini berpotensi memenangkan kontestasi. Sebab, Mustarani merepresentasikan sebagai figur muda yang berlatar belakang rejang tanpa campuran.

"Ketiga ada unsur suku. Beliau ini adalah mewakili suku Rejang. Saat inilah orang Rejang mau bangkit melihat putra-putra Rejang ini tampil di Provinsi Bengkulu, yang memiliki kemampuan intektoritas dan pengalaman dalam birokrasi. Insya Allah, Bengkulu akan maju dan bermanfaat bagi Provinsi Bengkulu," ucapnya.

Pada kesempatan itu, ia memberikan pesan kepada Mustarani agar memperkuat kembali silaturahmi yang sempat tertunda karena dengan kesibukan masing-masing.

Lebih jauh, ia juga meminta mempersiapkan diri menjelang pilkada. Termasuk merapatkan barisan.

Sekalipun mendorong agar semangat perjuangan terus dikuatkan, serta mengamanatkan untuk memperkokoh persatuan semua elemen suku etnis di Provinsi Bengkulu.

"Nah, kepada bapak Mustarani rapatkan barisan. Minta petunjuk dengan tokoh-tokoh masyarakat, baik orang rejang ataupun bukan orang rejang yang ada di Provinsi Bengkulu. Melalui relasi yang ada, Insya Allah mereka-mereka ini akan mendukung pak Mustarani sesuai dengan karakter, kewibawaan, dan kemampuan beliau," pesan Mirza Yasben.

Mirza Yasben, menyarankan kepada Mustarani yang masuk bursa pencalonan, khususnya sebagai Cawagub Bengkulu, tidak lain untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat Provinsi Bengkulu.

Terlebih lagi, ia melihat kondisi infrastruktur di kabupaten/kota dalam Provinsi Bengkulu yang dinilai belum optimal.

"Harapan kita tentu terjadinya sebuah perubahan, akan mampu menangkap kehendak dan kebutuhan masyarakat Provinsi Bengkulu. Yang selama ini beliau (Mustarani, red) butuh kebutuhan-kebutuan yang mendesak, seperti infrastruktur dan perekonomian," demikian Mirza Yasben.