Mantan Bendahara Ditetapkan Tersangka Korupsi Baznas

Mengenakan rompi kuning, tersangka kasus Korupsi Baznas ditahan Kejari/ist
Mengenakan rompi kuning, tersangka kasus Korupsi Baznas ditahan Kejari/ist

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu Selatan (BS) resmi menetapkan SF alias mantan bendahara sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pelaksanaan kegiatan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tahun anggaran 2019 dan 2020, Kamis (01/12).


Berdasarkan alat bukti yang diperoleh Penyidik pada kegiatan tersebut, banyak ditemukan bantuan fiktif serta mark up dalam pengadaan bantuan yang ditujukan kepada masyarakat kurang mampu.

Tentu saja hal itu bertentangan dengan prinsip pengelolaan zakat sebagaimana ketentuan undang-undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

"Berdasarkan hasil audit kerugian Keuangan Negara mencapai Rp. 1.152.705.992," kata Kajari BS Hendri Hanafi.

Dikatakan Kajari, pada kegiatan Baznas periode 2019 dan 2020 banyak ditemukan pengadaan atau bantuan fiktif.

Sebab, berdasarkan penyidikan daftar penerima bantuan tersebut, nama yang bersangkutan ada didaftar dan ada bukti tanda terima, ternyata nama tersebut tidak pernah menerima.

"Ya, jadi yang bersangkutan ada dalam daftar dan ada tanda terima, namun setelah dikonfirmasi nama yang ada dalam daftar tidak berada ditempat, itu terjadi pada kegiatan bantuan barang, uang dan modal usaha hingga bantuan siswa miskin," jelas Hendri.

Atas kasus tersebut, tersangka SF diduga telah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang terdapat didalam Pasal 2 dan 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Setelah penetapan Tersangka, Kejari BS melakukan penahanan terhadap Tersangka SF selama 20 hari sembari menunggu pelimpahan berkas untuk disidangkan.