Longsor Lagi di Jalur Lebong-Curup, Mitigasi Mendesak Ditingkatkan

Sekretaris BPBD Lebong, Tantawi saat meninjau ke lokasi longsor/RMOLBengkulu
Sekretaris BPBD Lebong, Tantawi saat meninjau ke lokasi longsor/RMOLBengkulu

Tebing setinggi 10 meter di ruas jalan Lebong-Curup, tepatnya di Desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, longsor pada Jum'at (14/6) malam sekitar pukul 21.35 WIB.


Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, tetapi akses antar kabupaten ini tertutup dan terjadi kemacetan hingga pagi hari. Longsor di wilayah ini terus berulang. Mitigasi perlu ditingkatkan untuk meminimalkan dampak.

Pantauan dilapangan, meskipun jalan lintas tersebut kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, namun Pemkab Lebong melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak menuju ke lokasi guna membersihkan material longsor.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong, Tantomi melalui Sekretaris, Tantawi menyebutkan, peristiwa tanah longsor itu terjadi pada Jumat sekitar pukul 21.15 WIB. Menurut dia, lokasi tanah longsor itu hampir sama dengan kejadian serupa beberapa hari sebelumnya. 

"Longsor di lokasi hampir sama dengan sebelumnya," kata dia di lokasi, Sabtu (15/6).

Menurut dia, material tanah longsor itu sempat menutupi sebagian badan jalan provinsi itu. Namun, proses penanganan yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Lebong, dan aparat kepolisian dilakukan saat hari libur, sehingga akses jalan dapat kembali bisa dilalui pada sekitar pukul 10.30 WIB.

"Satu unit alat berat milik Dinas PU Provinsi diturunkan. Alhamdulillah, pukul 10.30 WIB sudah terbuka dan bisa dilewati kendaraan roda dua dan empat," tuturnya.

Lebih jauh, bencana tanah longsor di Jalan Lebong-Curup cukup sering terjadi. Menurut dia, kemungkinan struktur tanah di wilayah itu labil.

"Walaupun sudah terbuka, kita imbau kepada pengguna jalan untuk waspada karena jalan masih licin," demikian Tantawi.