Laksanakan Titik Nol, Desa Penum Gelontorkan Dana Lebih Rp 157 Juta 

Pemerintah Desa (Pemdes) Penum Kecamatan Taba Penanjung pada Selasa, (14/5) Mei melaksanakan kegiatan titik nol program kegiatan musyawarah pra pelaksanaan dalam kegiatan titik nol pembangunan tahun 2024. Diketahui kegiatan itu meliputi 3 titik pembangunan dan program ketahanan pangan tahun 2024 dengan menggelontorkan dana lebih dari Rp 157 juta.


Kegiatan yang dihadiri seluruh perangkat Desa Penum, BPD Desa Penum, pihak Kecamatan, Babinkamtibmas dan Babinsa serta tokoh masyarakat. 

Dikatakan Kades Penum, Iskandar, pelaksanaan titik nol tersebut merupakan hasil dari musyawarah desa dan disepakati tahun 2024 ini dana desa akan digunakan untuk pembangunan fisik, ketahanan pangan, Bantu langsung tunai bagi masyarakat miskin ekstrim dan beberapa kegiatan lainnya.

 "Untuk tahun anggaran 2024 ini pembangunan fisik kita akan bangun Drainase panjang 110 meter di wilayah Dusun 2 dengan Anggaran R 73.152.560, kemudian Rabat beton 69 meter dan platdeuker 8,4 meter di wilayah Dusun 1, dengan anggaran bekisar Rp 84,670.000," terang Iskandar.

Iskandar mengungkapkan, untuk anggaran ketahanan pangan kita masih menunggu pengajuan di tahap kedua, namun dipastikan secepatnya dilaksanakan agar pemeliharaannya bisa maksimal, sehingga hasil yang ditargetkan bisa dicapai.

"Untuk bibit ikan nila dan ikan mas kita rencanakan sekitar 25 ribu. Untuk pelaksana pekerjaan fisik kita berdayakan masyarakat desa, begitu juga dengan material yang bisa disediakan kita ambil dari desa. Untuk BLT DD kita salurkan kepada 28 KPM, bertamah 3 penerima dari tahun lalu 25 KPM," beber Iskandar.

Disamping itu, Camat Taba Penanjung, Noni Oktarina, malalui Kasi PMD, Nita Adriani menyampaikan, pihaknya terus mendampingi desa agar semua pelaksanaan penggunaan anggaran desa bisa dilaksanakan dengan baik dan tepat sasaran. Kedepan kita menghimbau pihak desa tetap berkoordinasi, baik ke kecamatan maupun ke dinas terkait.

"Kita minta ke pihak desa untuk tetap transparan dalam penggunaan anggaran, setiap kegiatan dibuat pengumuman kegiatan dan penggunaan anggaran. Kita terus berkoordinasi dengan pihak BPD dan Pemdes sesuai dengan APBDes dan transparansi dengan masyarakat," sampai Nita. 

Sementara itu, Pendamping Desa Febrian Akmal mengatakan, pihak PD selalu memberikan pengawasan dan pembinaan kepada desa agar tidak melenceng. Untuk saat ini, tidak mendapatkan kendala yang berarti.

"Pengawasan selalu dilaujan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Jangan sampai melenceng dari yang ditentukan baik itu tentang panjang maupun lebarnya. Kendala juga tidak ada yang berarti tetapi memang ada beberapa pembangunan harus menunggu di tahap ke 2 karena kekurangan anggaran,"pungkas Febri.

Kegiatan musyawarah pra pelaksanaan dalam kegiatan titik nol pembangunan tahun 2024 dilanjutkan dengan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahap pertama kepada 28 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).