Kontraktor Jawab Replik Tergugat Dalam Gugatan Pinjaman Uang Rp 3,6 Miliar

PN Tubei/RMOLBengkulu
PN Tubei/RMOLBengkulu

Pengadilan Negeri (PN) Tubei, pada Selasa (18/10) kemarin sekitar pukul 14.10 WIB, menggelar sidang dengan pokok perkara terkait kasus gugatan kontraktor Abdul Gamar pada tahun 2017 lalu dengan nomor Perkara 5/Pdt.G/2022/PN Tub.


Sidang perdata ini dilaksanakan dengan agenda Pembacaan Replik Penggugat terhadap Jawaban tergugat yang disampaikan pada Selasa (11/10) lalu.

Panitera Muda Hukum PN Tubei, Arief Budiman menyebutkan, penggugat menyerahkan repliknya atas jawaban tergugat secara e-litigasi melalui aplikasi e-court.

"Iya (sudah disampaikan penggugat) online. e-litigasi melalui aplikasi ecourt," ujarnya Selasa (18/10) kemarin.

Dia menjelaskan, bahwa proses sengketa hutang dengan kontraktor ini akan terus bergulir sesuai dengan ketentuan yang ada. Bahkan, sidang akan kembali dilakukan tatap muka saat pembuktian.

“Persidangan akan terus berproses sesuai dengan hukum acara yang ada. Nanti pada saat pembuktian (digelar tatap muka), untuk memeriksa bukti surat dan saksi-saksi," pungkasnya.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Abdul Gamal, Darmanto Hadi dalam pokok perkaranya menjelaskan, perjalanan awal mengapa kliennya yang pada saat itu sebagai Direktur PT Aldi Karya berani meminjamkan uang sebesar Rp 3,6 Miliar tersebut. Berawal pada pertemuan bulan April 2017 lalu di salah satu rumah makan di lapangan Golf Kota Bengkulu.

Sesampainya disana, saksi bertemu dengan tiga orang berinisial ER selaku Kadis salah satu instansi terkait, WM selaku Kepala Badan salah satu instansi, dan Rj selaku kepala daerah.

Saat berjumpa disana, keduanya menyampaikan terkait rencana peminjaman uang kepada saksi sebesar Rp 3.611.000.000 yang digunakan untuk membayar Tuntutan Ganti Rugi (TGR) tahun 2016 yang tidak dijelaskan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mana saja.

Bahkan, ia mengklaim uang tersebut dijamin Rj untuk dikembalikan kepada kliennya. Termasuk dikembalikan jajaran RJ secara bertahap.

Namun, tudingan itu dibantah Pengacara Rosjonsyah, yakni Meldianto. Ia membantah tudingan Abdul Gamar melalui kuasa hukumnya terkait keterlibatan kliennya dalam pertemuan dan menjamin uang pinjaman sebesar Rp 3,6 Miliar pada tahun 2017 lalu.

Termasuk terlibat pertemuan antara kontraktor dengan ER dan WM (pejabat eselon II) di salah satu rumah makan di lapangan Golf, Kota Bengkulu.

"Kalau terkait hal itu tidak benar. Tidak ada pertemuan," ujarnya, belum lama ini (12/10).

Bahkan, ia juga menepis jika kliennya menjamin akan mengembalikan uang Rp 3,6 Miliar dari kontraktor tersebut.

"Tidak pernah ada pembahasan dindo," pungkasnya.