Karyawan PGE Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan

RMOL. Sosok mayat laki-laki ditemukan di jalan Dam Sabo Desa Bingin- Semelako, Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong. Penemuan mayat yang menghebohkan warga pada Rabu (10/8/2016) pada pukul 07.00 WIB itu, diduga akibat kecelakaan lalulintas.


RMOL. Sosok mayat laki-laki ditemukan di jalan Dam Sabo Desa Bingin- Semelako, Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong. Penemuan mayat yang menghebohkan warga pada Rabu (10/8/2016) pada pukul 07.00 WIB itu, diduga akibat kecelakaan lalulintas.

Usai dilakukan identifikasi oleh Polsek Lebong Tengah, ternyata korban merupakan Karyawan PT PGE yang bernama Ronaldo (19) warga Desa Semelako 2 Kecamatan Lebong Tengah.

Dijelaskan, Kapolres Lebong, AKBP, Zainul Arifin, melalui Kapolsek Lebong Tengah, Iptu, Teguh Ari Aji, kronologis kejadian diketahui pada hari Selasa malam, (9/8/2016) sekitar pukul 20.00 WIB, korban hendak pergi ke rumah keluargnya di Desa Bungin dengan menggunakan kendaraan roda dua jenis Honda Revo warna hitam BD 2193 HD.

Namun, lanjut Kapolsek Lebong Tengah, hingga pagi Rabu, korban tak kunjung pulang ke rumahnya di Semelako 2. Merasa was-was dengan keberadaan anaknya, oleh ibu korban bersama warga dan keluarga lainnya menyusul korban ke Desa Bungin. Dalam perjalanan korban ditemukan di bawah jalan sekitar 2 meter dengan posisi badan korban tertindih oleh sepeda motornya. Setelah diperiksa oleh ibu korban dan warga lainnya, ternyata korban sudah meninggal dunia.

"Dugaan sementara korban meninggal akibat laka tunggal," kata Teguh.

Kemudian, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan di TPU Desa Semelako 2. Sementara pihak kepolisian berupaya untuk melakukan tindakan otopsi terhadap jasad korban ke rumah sakit, namun oleh pihak korban tidak mengizinkan dan membawa korban untuk pulang langsung ke rumah duka. Sedangkan kendaraan roda dua yang ditemukan bersama korban telah diamankan di kediaman Kades setempat.

“Anggota telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Tidak ada tanda – tanda kekerasan, yang dialami oleh korban dan korban sudah dikebumikan setelah sebelumnya oleh pihak keluarga tidak memberi izin untuk melakukan tindakan otopsi," tutup Teguh. [A11]