Kader Kritis PDIP Mendadak Senyap Usai Pemeriksaan Hasto Oleh KPK

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto/Net
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto/Net

Seorang kader PDIP yang dikenal kritis terhadap berbagai persoalan mendadak senyap setelah Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Menurut Andi Yusran, Direktur Lembaga Riset Lanskap Politik Indonesia, pemeriksaan terhadap Hasto menimbulkan kesan bahwa penegakan hukum dijadikan senjata politik.

"Pemeriksaan Hasto oleh KPK seharusnya menjadi energi baru bagi kader partai lainnya untuk tetap lantang kritis terhadap kebijakan pemerintah. Hal ini akan memosisikan PDIP secara positif di mata pendukung loyalnya," kata Andi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (25/6).

Andi, yang juga merupakan analis politik Universitas Nasional, menambahkan bahwa kasus yang melibatkan Hasto dan Harun Masiku seharusnya sudah diselesaikan segera setelah kasus tersebut mencuat.

"Kritisnya Hasto akhir-akhir ini yang diikuti oleh pemeriksaan oleh KPK sarat dengan muatan non-hukum," pungkasnya.

Diketahui, Hasto dipanggil KPK pada Senin (10/6) untuk dimintai keterangan terkait informasi baru yang didapat KPK soal pihak yang diduga menyembunyikan dan menutupi keberadaan Harun Masiku. Pada saat itu, penyidik KPK juga menggeledah dan menyita beberapa barang milik Hasto dan stafnya, Kusnadi, termasuk ponsel dan ATM.