Hauling Tambang Batu Bara Dikhawatirkan Rusak Jalan di Lebong, Ini Respon Bupati Kopli

Bupati Lebong, Kopli Ansori/RMOLBengkulu
Bupati Lebong, Kopli Ansori/RMOLBengkulu

Berkembangnya isu terkait aktivitas hauling perusahaan atau tambang batubara di wilayah Pinang Belapis Lebong, menyebabkan kekhawatiran masyarakat terkait dengan penggunaan jalan raya dan polusi.


Kesal karena diduga sebagai penyebab rusaknya jalan, Bupati Lebong, Kopli Ansori SSos, tetap pada pendiriannya menolak melintasnya truk-truk pengangkut batu bara di Kabupaten Lebong. Apalagi prioritasnya adalah melindungi kepentingan masyarakat.

"Jelas saya harus melindungi masyarakat. Karena itu saya menolak jalan raya yang menjadi kewenangan kami dipakai untuk angkutan truk batubara," tegas Bupati didampingi para Kepala OPD di sela-sela menerima bantuan dari Perpustakaan Nasional, pada Jum'at (17/5) malam.

Ketika ditanya bagaimana solusi terkait persoalan ini, Bupati meminta hal ini ditanyakan langsung ke pemilik/pengelola tambang.

"Kalau dari saya, kepentingan masyarakat adalah yang utama. Solusi dari saya tetap saja jalan kabupaten tidak bisa dipakai untuk angkutan truk batubara. Itulah solusinya. Jalan kami nanti hancur dan akan menimbulkan polusi dan akan meningkatkan kemungkinan kecelakaan lalulintas dan lain-lain," tutup Bupati.

Sementara itu, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Lebong, Fendi yang mendampingi bupati di Jakarta mengatakan, sikap tegas Bupati Kopli tersebut merupakan respon Pemkab Lebong atas keluhan dan keresahan masyarakat Lebong yang jalannya banyak rusak berat karena dilalui oleh truk tronton bermuatan batu bara yang muatannya melebihi tonase yang ditentukan.

Karena kondisi tersebut, akses masyarakat, tranportasi barang dan jasa dari dan keluar kabupaten Lebong sebagai urat nadi perekonomian dan pemerintahan menjadi terganggu.

"Tidak hanya itu, akibat kerusakan infrastruktur jalan tersebut akhirnya berdampak pula terhadap tingkat kesehatan masyarakat, seperti pengidap ISPA menjadi meningkat," ujar Fendi.

Selain itu, meskipun belum ada penghitungan yang komprehensif dan valid, kini sudah berdampak pula semakin meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas.

"Banyak sekali dampak negatif dari lalu lalangnya truk tronton bermuatan batu bara di kabupaten Lebong sebagai daerah lintas antar kabupaten ini," ujarnya.