Diundang JPN Bayar TGR, Perusahan Mangkir

Sebanyak 4 perusahaan rekanan dinas Pekerjaan Umum (PU) akan dipanggil terkait penyelesaian kewajiban pembayaran Tuntutan Ganti Rugi (TGR) Kamis (04/08/2016) kemarin, namun hanya dua perusahaan rekanan yang menghadap ke JPN guna mengembalikan kerugian negara tersebut.


Sebanyak 4 perusahaan rekanan dinas Pekerjaan Umum (PU) akan dipanggil terkait penyelesaian kewajiban pembayaran Tuntutan Ganti Rugi (TGR) Kamis (04/08/2016) kemarin, namun hanya dua perusahaan rekanan yang menghadap ke JPN guna mengembalikan kerugian negara tersebut.

"Hari ini (04/08/2016) PT. DUK hanya menghadiri undangan, terkait TGR pekerjaan jalan tahun 2010 dimana mereka menjelaskan, nominal Rp. 132 juta sudah dipotong saat pencairan oleh dinas PU, dengan membawa dokumen pendukung. Kita menyarankan agar mereka bekordinasi ke dinas PU terkait masih terdatanya TGR mereka dengan membawa bukti setoran. Karena setelah dicek, mereka ternyata sudah menyetor TGR tersebut, yang nominalnya mencapai Rp. 2 milyar," ungkap Kajari Lebong, R.Doddy Budi Kelana, melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Heriyanto, Kamis (04/08/2016).

Lanjutnya, 2 perusahan yang juga diundang pada hari itu tidak bisa hadir  yaitu PT. RL dengan TGR RP. 788 juta dan CV. LN yang masih memiliki kewajiban membayar TGR senilai RP 40 juta

"Sebenarnya sudah kita layangkan surat pemanggilan pada kedua perusahaan yang tidak hadir, namun mereka tidak memenuhi pemanggilan. Saya rasa kemungkinan karena keberadaan mereka di luar Provinsi Bengkulu. Akan tetapi nanti kita akan coba layangkan surat undangan pemanggilan lagi," ucap Eriyanto.  

Pantauan dilapangan terkait penagihan TGR oleh Dinas PU Lebong, JPN telah memanggil 8 perusahaan yang hingga (04/08/2016) kemarin dari total TGR yang harus ditagih sebesar Rp. 12 miliar hanya Rp. 13 juta yang tertagih. [A11]