Dewan dan Bupati Janji Tuntaskan Kasus Longsor di PT.PGE

Ratusan warga yang tergabung dalam forum Petani Mubai Manai Kelurahan Mubai, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, kembali melayangkan aksi demo ke Pemda Lebong dan DPRD Lebong.


Ratusan warga yang tergabung dalam forum Petani Mubai Manai Kelurahan Mubai, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, kembali melayangkan aksi demo ke Pemda Lebong dan DPRD Lebong.

Demo ini dilakukan untuk menyampaikan keluhan lantaran merasa belum ada kejelasan pihak yang akan bertanggung jawab pada insiden Longsor dan banjir pada bulan April lalu (28/4/2016) lokasi Cluster A PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Hulu Lais.

Untuk itu, terkait nota protes pada normalisasi sungai, ganti rugi lahan persawahan dan perkebunan warga, peternakan dan fasilitas perkebunan (pondok), penghentian aktifitas PGE secara sementara selama proses evakuasi pasca kejadian longsor dan bencana banjir bandang yang tidak jauh dari areal PT PGE, tepatnya di Bukit Belerang yang mengakibatkan kerusakan terhadap lahan pertanian bahkan menimbulkan korban jiwa beberapa waktu lalu.

Dalam aksi yang berlangsung di kantor Bupati dan DPRD Lebong selama 3 jam itu, dengan pengamanan ekstra dari pihak keamanan berjalan dengan baik, tanpa ada keributan ataupun kerusuhan.

Selanjutnya, saat massa menyampaikan nota protes serta menyampaikan aspirasi terkait kerugian yang dialami masyarakat, disambut langsung oleh Bupati Lebong, H.Rosjonsyah, didampingi Sekda serta Kadis Pertanian, Kepala BPBD.

Bupati Lebong menegaskan, dirinya akan menyusul ke luar provinsi Bengkulu dalam minggu ini guna memastikan hasil koordinasi Pemerintah daerah terkait dampak yang ditimbulkan serta kebutuhan yang diperlukan sesuai proposal yang telah diajukan ke Pemerintah pusat melalui BNPB Pusat dan Kemensos beberapa waktu lalu. Selain itu, bupati mengharapkan kesabaran masyarakat dan dapat menghargai upaya yang sedang dilakukan guna menyikapi dampak yang ditimbulkan akibat bencana tersebut.

"Minggu ini kita akan ke Jakarta memantau langsung, apa hasil koordinasi Pemerintah Daerah serta proposal yang telah disampaikan terkait tindak lanjut dari pusat dalam menyikapi dampak bencana yang dialami masyarakat," ungkap Rosjonsyah.

Tak sampai disitu saja, para pendemo langsung bergeser ke depan sekretariat DPRD Lebong untuk menyampaikan aspirasi. Dimana dewan meminta waktu untuk memanggil pihak terkait dalam hal ini Pemerintah daerah, Direktur PT PGE serta perwakilan masyarakat dan pemerintah ditingkat Kecamatan, Kelurahan dan desa yang terkena dampak atas kejadian bencana tersebut.

"Sesuai kesepakatan, Jumat, 19 Agustus kita akan bahas masalah ini dengan melibatkan pihak terkait dan perwakilan masyarakat agar mendapat kejelaan atas aspirasi yang telah disampaikan ke kita ini," singkat Waka II DPRD Lebong, Azman May Dolan. [A11]