Demi Ikut Pilkades, 2 PNS Rela Ngajukan Cuti

Sebentar lagi bagian pemerintahan Kabupaten Lebong rencananya akan menggelar proses Bimbingan Teknis (Bimtek) panitia Pilkades yang sudah dibentuk di setiap tingkatan pada tanggal 24-31 Oktober mendatang. Lebih menariknya lagi, sejauh ini Bakal Calon (Balon) Kepala Desa (Kades) dari 2 unsur PNS (Pegawai Negeri Sipil) telah mengajukan permohonan surat izin cuti, untuk mencalonkan diri sebagai Balon Kades, yang di tunjukkan kepada Bupati Lebong melalui Bagian Pemerintahan Setda Lebong. Hal ini diungkapkan, Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Sekretaris Daerah (Setda) Lebong, Firdaus, kepada RMOL Bengkulu.


Sebentar lagi bagian pemerintahan Kabupaten Lebong rencananya akan menggelar proses Bimbingan Teknis (Bimtek) panitia Pilkades yang sudah dibentuk di setiap tingkatan pada tanggal 24-31 Oktober mendatang. Lebih menariknya lagi, sejauh ini Bakal Calon (Balon) Kepala Desa (Kades) dari 2 unsur PNS (Pegawai Negeri Sipil) telah mengajukan permohonan surat izin cuti, untuk  mencalonkan diri sebagai Balon Kades, yang di tunjukkan kepada Bupati Lebong melalui Bagian Pemerintahan Setda Lebong. Hal ini diungkapkan, Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Sekretaris Daerah (Setda) Lebong, Firdaus, kepada RMOL Bengkulu.

"Memang kabarnya banyak unsur PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang bakalan meramaikan proses Balon Pilkades pada tahun ini (2016, red). Namun, baru 2 PNS yang telah memasukkan berkasnya kebagian pemerintahan untuk meminta persetujuan bupati untuk mengikuti Pilkades di Desa Selebar Jaya dan Sukaraja Kecamatan Amen," ungkap Firdaus.

Sementara itu, lanjut Firdaus, bagi para peserta calon kades yang nantinya sudah ditetapkan oleh panitia untuk ikut Pilkades diwajibkan membuat surat pernyataan. Sehingga kedepannya tidak bisa mengundurkan diri begitu saja sebelum menyelesaikan tahap proses pelaksanaan Pilkades itu sendiri, apabila nantinya terbukti maka peserta tersebut akan di denda sesuai yang tercantum pada isi surat perjanjian itu sendiri.

“Tidak bisa begitu saja mengundurkan diri, karena apabila mereka ingin mengundurkan diri sebagai calon kades. Mereka harus mengembalikan biaya pilkades yang diperkirakan mencapai Rp 30 juta. Untuk itu, kita sarankan apabila nanti para Balon Kades telah ditetapkan sebagai peserta Calon Kades, maka selesaikanlah terlebih dahulu proses pelaksanaan Pilkades tersebut,” demikian Firdaus.[A11]