Dampingi Helmi Hasan, Mustarani Dinilai Punya Keunggulan Sebagai Bacawagub Bengkulu

Dosen llmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Prof Dr Hazairin SH (Unihaz) Bengkulu, Dr.Alexsander, S.IP.,M.Si/Ist
Dosen llmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Prof Dr Hazairin SH (Unihaz) Bengkulu, Dr.Alexsander, S.IP.,M.Si/Ist

Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacawagub) Provinsi Bengkulu, Mustarani Abidin dianggap, memiliki keunggulan cukup besar mendampingi Helmi Hasan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bengkulu pada November 2024 mendatang.


Akademisi sekaligus Dosen llmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Prof Dr Hazairin SH (Unihaz) Bengkulu, Dr.Alexsander, S.IP.,M.Si berpendapat, Figur berlatar belakang birokrat memiliki keunggulan komparatif dalam kontestasi di Pilkada 2024.

Seperti visi dan misi daerah jangka panjang akan mampu diselami birokrat yang sudah teruji dalam bidangnya.

"Akhirnya dengan visi dan misi, rekam jejak, dan tentunya modal politik yang bersangkutan (Mustarani,red) memiliki kans signifikan untuk meraih dukungan publik," ujar Alex kepada wartawan, kemarin (23/5).

Mantan pejabat Bengkulu Utara, saat ini menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Lebong. Pengalamannya di birokrat diyakni menjadi modal bagi Mustarani ikut bursa Pilgub Bengkulu.

Apalagi saat ini nama bacagub dan bacawagub Bengkulu yang sudah muncul di publik sekarang hanya Mustarani yang murni kedua orang tuanya berasal dari suku rejang, dan salah satu birokrat yang masih aktif. Sedangkan, lainnya berasal dari pengusaha dan politisi.

"Demokrasi sejatinya akan meningkatkan kesempatan partisipasi politik, kompetisi, dan kesetaraan hak. Termasuk mereka yang berada dalam dunia birokrasi," jelas pria yang menjabat sebagai Ketua Program Studi (Prodi) Administrasi Publik.

Perjalanan kariernya dalam birokrasi dimulai dari posisi bawah, termasuk sebagai Lurah Amen dan Camat Lebong Utara, Sekretaris Dinas PMD.

Lalu, pernah menjadi Plt KepalaDinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKAD) atau yang kini berubah menjadi Badan Keuangan Daerah atau BKD era Bupati Dalhadi Umar. Termasuk staf ahli.

Kemudian, pernah menjabat sebagai Kadis Pendapatan, Kepala Bappeda, dan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) H.Mustarani Abidin era Bupati Bengkulu Utara, Mian.

Puncaknya ia dilantik sebagai Sekda Lebong di era Bupati Rosjonsyah hingga Bupati, Kopli Ansori. Dengan pengalamannya yang luas, ia dianggap bisa diusung dalam bursa Bacawagub Provinsi Bengkulu.

Terlebih pria berdarah rejang ini bisa ceruk suara dari kalangan suku rejang di Kabupaten Bengkulu Utara, Lebong, dan Kabupaten Rejang Lebong, sebagai basis suara di Pilgub Bengkulu.

"Dengan pengalaman dan visinya tentu memiliki karakteristik keunggulan tersendiri jika mereka mengikuti kontestasi dalam pilkada," demikian Alex.

Sebelumnya, Bakal Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Provinsi Bengkulu, Mustarani Abidin mengaku siap mundur sebagai aparatur sipil negara (ASN) dan mengikuti peraturan yang berlaku jika dirinya nanti ditetapkan menjadi Cawagub mendampingi Helmi Hasan pada Pilgub Bengkulu 2024.

Dalam menentukan sikap, Mustarani mengatakan dirinya tidak serta merta mengambil langkah. Namun tetap dalam konteks kajian yang telah dilakukan untuk mengabdi kembali ke masyarakat Provinsi Bengkulu.

Saat memberi keterangan pers, setelah mengembalikan formulir pendaftaran Mustarani menyebutkan, sudah mengikuti penjaringan di lima partai, yakni Partai Gerindra, Partai Demokrat, PAN, PKB dan Nasdem.

"Saya telah melengkapi persyaratan dan mengembalikan formulir pendaftaran ke sejumlah partai sejak kemarin sampai hari ini,” ungkapnya.

Pria kelahiran Desa Gunung Kecamatan Kota Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara ini menjelaskan, bahwa sebelum memutuskan untuk maju dalam Pilkada, ia terlebih dahulu meminta restu dari istri, dan keluarganya.

"Doa dan restu keluarga sangat penting dalam perjuangan ini. Selain itu, dukungan dari istri dan anak juga sangat diperlukan,” tuturnya.