17 Adegan Rekon Pembunuhan Mandor Proyek Desa

Jajaran Polsek Lebong Tengah dan dibantu Satuan Reskrim Polres Lebong, Selasa kemarin (23/8/2016) melakukan Rekonstruksi atas pembunuhan di desa Ujung Tanjung II Kecamatan Lebong Sakti beberapa minggu lalu (1/8/2016) sekitar pukul 11.00 WIB.


Jajaran Polsek Lebong Tengah dan dibantu Satuan Reskrim Polres Lebong, Selasa kemarin (23/8/2016)  melakukan Rekonstruksi atas pembunuhan di desa Ujung Tanjung II Kecamatan Lebong Sakti beberapa minggu lalu (1/8/2016) sekitar pukul 11.00 WIB.

Rekontruksi ini dilakukan untuk melengkapi berkas pemeriksaan kasus pembunuhan yang dilakukan ayah dan anak terhadap mandor proyek desa bernama Suari Widodo ( 52) Warga Desa Ujung tanjung III. Korban diketahui tewas akibat mengalami luka bacok di sekujur tubuhnya oleh RA (40) dan anaknya FA (18), ironisnya kedua pelaku ini merupakan tetangga korban sendiri.

Diungkapkan Kapolres Lebong AKBP Zainul Arifin didampingi Kasat Reskrim AKP Tatar Insan melalui Kapolsek Lebong Tengah Iptu Teguh Ari Aji, bahwa rekonstruksi ini dilakukan dalam 7 adegan di Polres Lebong, bahkan para tersangka secara langsung memperagakan adegan demi adegan dan untuk korban di perankan oleh anggota Sat Reskrim Polres Lebong.

"Setelah dilakukan rekonstruksi maka akan kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri Lebong," ungkap Teguh.

Berdasarakan hasil rekonstruksi terungkap, bahwa adegan pertama sebelum terjadi peristiwa berdarah tersebut, pada hari Senin (1/8/2016) lalu, sekitar pukul 07.15 WIB, korban mendatangi rumah Kades Faizal untuk menanyakan pekerjaannya, kemudian disusul tersangka EF yang juga mendatangi rumah kades menanyakan mengenai "Upah Pasir".

Saat itu, Kades Faizal memberitahukan kepada korban untuk kerja seperti biasa dan korban pulang.  Sedangkan Kades Faisal memberitahukan kepada tersangka EF untuk upah pasir dibayarkan kalau pasir dipindahkan ke lokasi.

Selanjutnya, pada adegan kedua, EF bersama dengan tersangka Rozi pergi ke lokasi proyek kerja untuk memindahkan pasir tersebut. Pada adegan ketiga, tidak lama kemudian korban pergi ke lokasi proyek dan bekerja bersama saksi TO, Ujang dan tidak lama kemudian tersangka Rozi menanyakan kepada korban mengenai upahnya. Saat itu korban menjawab, pindahkan pasir itu baru dibayar.

Pada agenda ke empat, tersangka Rozi kembali meminta upah kepada korban di atas tanggul, tersangka pada saat hendak mendatangi Korban dipegang oleh To dan Ujang. 

Sementara pada adegan kelima pelaku EF langsung mengejar dan menusuk korban dari belakang dan tidak lama kemudian korban langsung melompat ke sawah, sedangkan pelaku EF berlari.

Selanjutnya adegan keenam, pelaku Rozi langsung menyusul dan melompat ke sawah dan melihat korban mencabut pisau dan tersangka Rozi langsung membacok tangan korban dan menusuk korban lagi hingga tewas.

Teguh menambahkan, kedua pelaku pembunuhan tersebut dijerat dengan pasal 338 KUHP, dimana dalam pasal ini menyebutkan bahwa pelaku tindak pidana menghilangkan nyawa orang lain diancam penjara paling lama 15 tahun. Sementara atas pengakuan tersangka, tindakan pembacokan yang dilakukan keduanya dilakukan dengan spontan akibat ketersinggungan perkataan korban, dan perbuatan tersangka tidak direncanakan. [A11]